QuranBest (Free)

150juta++ halaman Al Quran telah dibaca

Kisah Nabi Ibrahim dan Isterinya Sarah

Tidak ada wanita tercantik setelah Hawa, kecuali Sarah. Dia adalah istri Nabi Ibrahim yang pertama. Sang Nabi pun memuji Sarah. Kecantikan itu bukan hanya lahir, melainkan juga batin.Pria yang dijuluki bapak para nabi itu menikahi Sarah.

Sarah dikenal sebagai wanita terbaik pada zamannya. Selain cantik, ia juga cerdas. Nabi Ibrahim sangat mencintainya. Ia juga sangat mematuhi perintah suaminya. Ujian pernikahan mereka berawal ketika Ibrahim dan Sarah hijrah ke Mesir karena dakwahnya tidak diterima di Babilonia.

Nabi Ibrahim dan Sarah memutuskan untuk hijrah ke Baitul Maqdis dan tinggal di Harran, sebuah daerah dekat Syam.Tidak beda dengan penduduk Irak, penduduk di Harran pun menyembah bintang dan patung. Di daerah itu, Ibrahim diutus Allah untuk menghilangkan segala kebatilan dan kemungkaran.

Saat itu Mesir dipimpin oleh seorang raja kafir yang suka berfoya-foya dan zalim. Raja itu bernama 'Amr bin Amru'Al-Qais bin Mailun. Setiap mendengar ada wanita cantik, ia selalu ingin memilikinya. Jika wanita itu telah memiliki suami, ia akan memaksa suaminya untuk bercerai. Jika wanita itu adalah saudara dari seseorang yang di kenalnya akan ia tinggalkan.

Kedatangan Ibrahim dan istrinya yang sangat cantik diketahui oleh pengawal kerajaan. Pengawal itu langsung memberitahukan perihal tersebut kepada rajanya. Hasrat sang raja tiba-tiba menggebu dan menyuruh pengawalnya untuk memanggil mereka berdua. Ibrahim pun datang menemui raja yang zalim itu.

Firaun: “Siapakah wanita yang bersamamu itu?”

Ibrahim: “Saudariku.”

Ibrahim kemudian berbisik kepada istrinya, “jangan katakan bahwa kau adalah istriku agar selamat.”

Rasulullah bersabda, “Ibrahim tidak pernah berbohong kecuali tiga kali. Pertama, perkataannya ketika diajak untuk beribadah kepada berhala Tuhan mereka dan Ibrahim menjawab, sesungguhnya dirinya sakit. Kedua, perkataannya patung besar itulah yang melakukannya.Ke tiga, perkataannya tentang Sarah, `Sesungguhnya dia saudariku'.”

Sarah kemudian dibawa oleh pengawal raja, dia kemudian didandani, dan dibawa ke hadapan raja. Sebelumnya dia melaksanakan shalat dan berdoa akan tetap dijaga kesuciannya.

Sarah datang ke istana. Hatinya berkecamuk. Pelayan istana telah menyiapkan semua kebutuhan sehingga pakaiannya begitu indah. Perasaan Sarah sangat sedih. Ia enggan berpisah dengan suaminya dan takut disentuh Firaun.

Ketika Sarah melihat raja hendak mendekatinya, ia berdoa, "Ya Allah, sesungguhnya aku beriman kepada-Mu dan rasul-Mu serta aku selalu memelihara kehormatanku. Janganlah Engkau biarkan orang itu merusak kesucianku!"

Tiba-tiba raja itu merasa tercekik dan menghentak-hentakkan kakinya. Sarah terkejut dan kembali berdoa, "Ya Allah, andaikan raja ini mati, tentu orang-orang akan menuduh bahwa aku yang membunuhnya!"

Setelah berdoa, raja itu kembali sehat seperti biasa. Namun, raja itu tetap berjalan mendekatinya. Sarah kembali berdoa, "Ya Allah. Sesungguhnya aku beriman kepada-Mu dan rasul-Mu serta aku selalu memelihara kehormatanku. Janganlah Engkau biarkan orang itu merusak kesucianku!"

Kejadian tadi terulang lagi. Raja merasa tercekik dan menghentak-hentakkan kakinya. Sarah berdoa lagi, "Ya Allah. Andaikan raja ini mati, tentu orang-orang akan menuduh bahwa aku yang membunuhnya!"

Raja itu kembali sembuh, tetapi kali ini ia merasa ketakutan. Kemudian ia berkata kepada pengawalnya, "Demi Tuhan, pasti setan yang kau kirim kepadaku. Kembalikanlah ia kepada Ibrahim dan beri dia seorang hamba sahaya!"

Hamba sahaya itu adalah Hajar, seorang budak, tetapi kecantikannya tampak terpancar di wajahnya. Ia cerdas, berakhlak mulia, dan bermental kuat. Kelak ia akan dinikahi oleh Ibrahim dan melahirkan seorang nabi mulia bernama Ismail.

Sebagaimana dijelaskan dalam Alquran, Nabi Ibrahim dikenal sebagai orang yang menghormati tamu. Suatu hari datanglah seseorang ke rumahnya. Seperti biasa, Ibrahim menyuruh Sarah menghormati tamu. Sarah dipintanya menyembelih anak sapi yang gemuk. Setelah selesai dipanggang, daging itu disuguhkan.

Tamu itu rupanya sosok malaikat yang mampir ke kediaman Ibrahim karena diperintah Allah memberi kabar gembira. Sarah akan mengandung bayi. Sarah kaget dan heran, karena sudah tua, berumur lebih dari 90 tahun. Kabar itu membuat pasangan ini berbahagia, karena setelah puluhan tahun berumah tangga, akhirnya akan memiliki anak.