QuranBest (Free)

150juta++ halaman Al Quran telah dibaca

Jenis Hewan Yang Dapat Dikurbankan

وَلِكُلِّ أُمَّةٖ جَعَلۡنَا مَنسَكٗا لِّيَذۡكُرُواْ ٱسۡمَ ٱللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّنۢ بَهِيمَةِ ٱلۡأَنۡعَٰمِۗ فَإِلَٰهُكُمۡ إِلَٰهٞ وَٰحِدٞ فَلَهُۥٓ أَسۡلِمُواْۗ وَبَشِّرِ ٱلۡمُخۡبِتِينَ 

“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).” (QS. Al-Hajj: 34)

Sebagaimana disebutkan dalam ayat tersebut, bahwa hewan yang dapat dikurbankan adalah golongan Bahiimatul An’aam (hewan ternak), yakni unta, sapi atau kerbau, dan kambing atau domba.

Hewan kurban yang lebih utama adalah unta, kemudian sapi atau kerbau, kemudian kambing atau domba, namun satu ekor kambing lebih baik daripada kolektif dalam sapi atau unta.

Seekor kambing hanya untuk kurban satu orang dan boleh pahalanya diniatkan untuk seluruh anggota keluarga. Seekor sapi boleh dijadikan kurban untuk 7 orang. Sedangkan seekor unta untuk 10 orang (atau 7 orang menurut pendapat yang lainnya).

Yang paling utama menurut sifatnya adalah hewan yang memenuhi sifat-sifat sempurna di antaranya: Gemuk, Dagingnya banyak, Bentuk fisiknya sempurna, Bentuknya bagus, Harganya mahal.

Sedangkan ketentuan umur, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Janganlah kalian menyembelih kecuali musinnah. Kecuali jika terasa sulit bagi kalian, maka sembelihlah jadza’ah dari domba.” (HR. Muslim)

Musinnah dari kambing adalah yang telah berusia satu tahun (masuk tahun kedua). Musinnah dari sapi adalah yang telah berusia dua tahun (masuk tahun ketiga). Sedangkan unta adalah yang telah genap lima tahun (masuk tahun keenam).

Jadza’ah adalah domba yang telah berusia enam bulan hingga satu tahun.

Jadi, udah menentukan mau kurban apa tahun ini?

Apapun jenis hewan kurbannya, semoga ditujukan sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah.