QuranBest (Free)

150juta++ halaman Al Quran telah dibaca

Dzikir Terbaik Kepada Allah

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَٱذۡكُر رَّبَّكَ فِي نَفۡسِكَ تَضَرُّعٗا وَخِيفَةٗ وَدُونَ ٱلۡجَهۡرِ مِنَ ٱلۡقَوۡلِ بِٱلۡغُدُوِّ وَٱلۡأٓصَالِ وَلَا تَكُن مِّنَ ٱلۡغَٰفِلِينَ 

“Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” (QS. Al-A’raf: 205)

Dalam ayat ini Allah memerintahkan Rasul beserta umatnya untuk menyebut nama Allah atau berdzikir kepada-Nya.

Baik dzikir itu dengan membaca Al-Quran, tasbih, tahlil, doa, ataupun pujian lain-lainnya menurut tuntunan agama, dengan tadharru’ dan suara lembut pada setiap waktu, terutama pagi dan sore, agar kita tidak tergolong orang yang lalai.

Kemudian Allah menggariskan bagi kita bahwa:

1. Dzikir itu yang paling baik dilakukan dengan suara lembut, karena hal ini lebih mudah mengantar untuk tafakur yang baik.

Diriwayatkan bahwa dalam suatu perjalanan Nabi mendengar orang berdoa dengan suara yang keras, berkatalah beliau kepada mereka itu: "Hai manusia kasihanilah dirimu, sesungguhnya kamu tidak menyeru kepada yang tuli atau yang jauh dari padamu. Sesungguhnya Yang kamu seru itu adalah Allah Maha Mendengar dan Maha Dekat. Dia lebih dekat kepadamu dari leher (unta) kendaraanmu". (Riwayat Ibnu Majah)

2. Dzikir itu dapat dilakukan dalam hati atau dengan lisan, karena dzikir dalam hati menunjukkan keikhlasan, jauh daripada riya, dan dekat pada perkenaan Allah. Dzikir dapat dilakukan dengan lisan, lisan mengucapkan dan hati mengikutinya.

3. Dzikir dapat pula dilakukan secara berjamaah, dengan tujuan untuk mendidik umat agar terbiasa melakukan dzikir.

[Tafsir Kemenag]