QuranBest (Free)

150juta++ halaman Al Quran telah dibaca

Hukum Bacaan Mad Tamkin

Mad tamkin artinya mad yang diberdayakan atau dihidupkan.

Ada 3 keadaan yang menjadikan mad tamkin.

1. Ada huruf wau sukun sebelumnya dhommah dan setelahnya ada wau berharokat atau ya’ sukun sebelumnya kasroh dan setelahnya ya’ berharokat.

Contoh:

قَالُوْا وَهُمْ – آمَنُوْا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتُ – فِيْ يَوْمٍ – الَّذِيْ يُوَسْوِسُ

2. Apabila wau sukun sebelumnya wau berharokat dhommah atau ya’ sukun sebelumnya ya’ berharokat kasroh.

Contoh:

يَلْوُوْنَ – يُحْيِيْ – لَا يَسْتَحْيِيْ

3. Apabila ya’ sukun sebelumnya ya’ bertasydid dan berharokat kasroh.

Contoh:

حُيِّيْتُمْ – عِلِيِّيْنَ - مِنَ النَّبِيِّيْنَ

Ukuran madnya 2 harokat. Namun dalam keadaan tertentu panjang bisa seperti bertemu hamzah atau huruf sukun. Ketika  bertemu hamzah maka hukumnya menjadi mad jaiz munfashil yang panjangnya 4-5 harokat.

Contoh:

لَا يَسْتَحْيِيْ أَنْ يَضْرِبَ

Ketika bertemu huruf sukun karena di waqofkan menjadi mad aridh lissukun yang panjang bisa 2, 4 atau 6 harokat.

Contoh:

لَفِيْ عِلِيِّيْنَ. - مِنَ النَّبِيِّيْنَ.