QuranBest (Free)

150juta++ halaman Al Quran telah dibaca

Hukum Bacaan Mad Badal

Mad badal dalam tinjauan bahasa berasal dari kata mad dan badal. Makna mad adalah panjang dan makna badal ialah mengganti. Adapun dalam terminologi ilmu tajwid, mad badal adalah apabila huruf mad terletak setelah hamzah atau bacaan mad yang terdapat pada hamzah.

Ada dua sebab mengapa mad ini dinamakan mad badal:

Pertama, Apabila huruf mad merupakan pengganti dari hamzah seperti pada kata:

ءَامَنُواْ - أُوْتُوا – إِيْـمَانًا

Huruf mad pada  contoh di atas merupakan pengganti dari hamzah. Karena asal dari ketiga contoh di atas adalah (أَأْمَنُوْا), (أُؤْتُوا), dan (إِئْمَانًا).

Dalam kaidah ibdal, apabila ada dua hamzah beriringan di mana yang pertama berharokat dan hamzah yang kedua sukun, maka hamzah yang kedua digantikan dengan huruf alif, ya’ sukun, atau wau sukun tergantung harokat pada hamzah yang pertama.

Maksudnya ialah jika hamzah yang pertama berharokat fathah, maka hamzah kedua diganti menjadi alif; jika harokat pada hamzah pertama adalah kasroh, maka hamzah kedua diganti menjadi ya’ sukun; dan jika hamzah pertama berharokat dhommah, maka hamzah kedua diganti menjadi wau sukun.

Kedua, Karena posisi mad menggantikan posisi hamzah. Salah satu sebab mad far’i adalah bila terdapat hamzah setelah huruf mad. Namun dalam mad badal posisi keduanya bergantian atau bertukar posisi. Huruf mad pada kasus yang kedua ini bukanlah merupakan pengganti dari hamzah, melainkan memang huruf asli.

Contoh:

الْآخِرَةُ -  يُرَاءُوْنَ - مُتَّكِئِيْنَ

Panjang mad badal adalah dua harokat atau satu alif.