QuranBest (Free)

150juta++ halaman Al Quran telah dibaca

Balaslah Keburukan dengan Kebaikan

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَلَا تَسۡتَوِي ٱلۡحَسَنَةُ وَلَا ٱلسَّيِّئَةُۚ ٱدۡفَعۡ بِٱلَّتِي هِيَ أَحۡسَنُ فَإِذَا ٱلَّذِي بَيۡنَكَ وَبَيۡنَهُۥ عَدَٰوَةٞ كَأَنَّهُۥ وَلِيٌّ حَمِيمٞ 

“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.” (QS. Fussilat: 34)

“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan”

Yakni tidak sama kebaikan yang diridhai Allah dan dibalas dengan pahala, jika dibandingkan dengan keburukan yang dibenci Allah dan dibalas dengan siksaan. Terdapat pendapat mengatakan bahwa yang dimaksud dengan kebaikan di sini adalah sifat ramah, sedangkan keburukan di sini adalah sifat yang keras.

“Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik”

Yakni balaslah keburukan yang datang dari orang lain dengan perkataan baik, termasuk juga membalas keburukan dengan kebaikan, kesalahan dengan pemberian maaf, dan kemarahan dengan kesabaran. 

“maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia”

Yakni jika kamu membalas dengan seperti itu maka musuhmu akan menjadi seperti temanmu.

Muqatil berkata bahwa ayat ini diturunkan bagi Abu Sufyan bin Harb yang dahulu menentang Rasulullah kemudian menjadi orang dekatnya dengan perbesanan yang terjalin antara dirinya dengan Rasulullah. Kemudian dia masuk Islam, sehingga dia menjadi pembelanya dalam Islam dan orang terdekatnya dengan perbesanan.

Adab yang terkandung dalam ayat ini secara mendasar ditujukan kepada para da’i yang berdakwah di jalan Allah dan secara umum ditujukan kepada semua orang.

[Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar]