QuranBest (Free)

150juta++ halaman Al Quran telah dibaca

Kisah Abu Thalhah dan Isterinya Ummu Sulaim

Dari Anas Radhiyallahu ‘anhu berkata: "Suatu hari putra Abu Thalhah sakit keras. Abu Thalhah lalu keluar rumah untuk bekerja seperti biasa, mencari nafkah. Namun, ketika Abu Thalhah keluar, putranya meninggal.

Ketika Abu Thalhah pulang, ia langsung bertanya kepada istrinya, Ummu Sulaim: "Kemana putra kita?". 

"Sedang diam seperti biasa", jawab Ummu Sulaim tenang. Ummu Sulaim mengatakan demikian maksudnya bahwa putranya kini sudah meninggal akan tetapi Abu Thalhah memahaminya bahwa kondisi putranya kini sudah baikan. Tanpa berpikir panjang, Ummu Sulaim kemudian menyiapkan makan malam, Abu Thalhah pun makan dengan lahapnya.

Ummu Sulaim lalu berdandan dan mempercantik diri lebih dari biasanya sehingga Abu Thalhah "tergoda" dan keduanya berhubungan badan. 

Setelah melihat suaminya kenyang dan bahagia, Ummu Sulaim kemudian bertanya: "Suamiku, bagaimana menurutmu kalau seandainya ada suatu kaum meminjam sesuatu dari suatu keluarga, kemudian keluarga itu meminta kembali barangnya yang dipinjam, apakah kaum tersebut berhak untuk melarangnya?"

"Tidak", jawab Abu Thalhah.

"Demikian juga dengan putra kita. Ia kini sudah meninggal, maka mohonlah pahala dari Allah", lanjut Ummu Sulaim.

Mendengar penuturan istrinya, Abu Thalhah marah sekali kemudian ia berkata: "Mengapa kamu baru memberitahukan hal ini sekarang? Mengapa ketika saya baru datang, kamu diam malah kini kamu membuat saya berhadats besar (junub)?"

Tanpa berpikir panjang, Abu Thalhah lalu bergegas menuju Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melaporkan apa yang telah diperbuat istrinya itu. Rasulullah lalu membenarkan tindakan Ummu Sulaim bahkan Rasulullah berdoa: "Semoga Allah memberkahi malam kalian". 

Dalam riwayat lain dikatakan: "Ya Allah, berkahilah malam tersebut untuk keduanya".

Tidak lama setelah kejadian tersebut, Ummu Sulaim melahirkan seorang putra yang diberi nama oleh Rasulullah, Abdullah. Seorang laki-laki dari kaum Anshar berkata: "Saya menyaksikan Abdullah mempunyai sembilan putra yang semuanya hafal Al-Qur'an". Itu semua karena do'a Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau mendoakannya dengan: "Ya Allah berkahi malam tersebut untuk keduanya". (HR. Bukhari Muslim)