QuranBest (Free)

150juta++ halaman Al Quran telah dibaca

Adab-Adab Ketika Mendengar Suatu Musibah

Sekarang-sekarang ini negeri kita sedang diuji dengan datangnya berbagai musibah, seperti jatuhnya pesawat, banjir, gempa bumi, dan lainnya. Berbagai komentar dan sikap yang menunjukkan rasa sedih dan belasungkawa atas musibah itu. Hal yang wajar ketika kesedihan itu datang, selama masih dalam kontrol dan koridor tuntunan syariat. Islam telah mengajarkan kita adab dan etika ketika mendengar suatu musibah, di antara adab-adab tersebut adalah:

1. Mengucapkan kalimat isrtirja’ (Innaa lillahi wa innaa ilaihi rajiun).
“orang-orang yang sabar yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, "Inna lillahi wainna ilaihi rajiun (sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan kepada Dia jualah kita akan kembali)." [QS. Al Baqarah:156].

2. Meyakini bahwa semua itu adalah takdir Allah, dan Dia berbuat apa saja yang Ia kehendaki.
Rasulullah bersabda: “Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakan: "Seandainya aku lakukan demikian dan demikian." Akan tetapi hendaklah kau katakan: Qodarullah wa ma-sya-a fa'ala (Ini sudah jadi takdir Allah dan setiap apa yang telah Dia kehendaki pasti terjadi)." [HR Muslim].

3. Ketika melihat musibah itu, baik secara langsung atau melalui media sosial, memuji Allah yang tidak memberinya musibah tersebut.
Rasulullah bersabda: “Siapa yang melihat suatu musibah lalu ia ucapkan: Alhamdulillahilladzi ‘afani mimmabtalaka bihi, wa faddhalani ‘ala katsirin mimman khalaqa tafdhila (Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan aku dari musibah yang menimpamu dan benar-benar memuliakanku dari makhluk lainnya"), maka ia tidak akan tertimpa musibah seperti itu” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

4. Mengucapkan belasungkawa (takziah) kepada orang yang tertimpa musibah.
Misalnya dengan mengucapkan: “Semoga keluarga yang ditinggal dianugerahkan kesabaran”, dan kata-kata semisal yang tujuannya memberikan motivasi agar orang yang tertimpa musibah dapat tegar dan tabah menghadapi musibah tersebut. Dan jika orang yang meninggal dalam musibah tersebut seorang muslim maka didoakan agar diampuni segala dosanya dan dimasukkan ke surga.

Adapun jika orang yang meninggal dalam musibah itu non muslim, maka tidak boleh didoakan untuk diampuni dosa-dosanya dan dimasukan ke surga. Karena Allah telah melarang hal tersebut dalam firmanNya:

“Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat(nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam” [QS. At Taubah:113].

Wallahu A’lam.