QuranBest (Free)

150juta++ halaman Al Quran telah dibaca

Pengertian Ibtida', Washol, dan Waqof

1. Ibtida`
Ibtida’ (الإِبْتِدَاءُ) mempunyai akar kata dari بَدَأَ yang artinya memulai.

Sedangkan menurut istilah adalah memulai membaca Al-Qur’an, baik memulai dari awal maupun meneruskan bacaan yang semula dihentikan.

Pada pengertian diatas, tampak bahwa Ibtida’ mempunyai dua versi.

Pertama, memulai membaca Al-Qur’an untuk pertama kalinya. Misalnya seusai sholat, seseorang membaca surat Al-Baqarah, ketika membaca lafaz: اٰلٰمٓ  itulah yang dinamakan ibtida’, yakni memulai pertama kali membaca Al-Qur’an.

Kedua, memulai membaca Al-Qur’an setelah berhenti yang semula sudah membaca Al-Qur’an. Misalnya seseorang membaca surah Al-Fatihah ayat pertama dan kedua: 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ اَلْحَمْدُلِلهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ 

lalu berhenti kemudian diteruskan dengan ayat ketiga, maka pada saat memulai membaca ayat ketiga itulah yang disebut ibtida’.

2. Washol
Washol ( الوَصْلُ ) mempunyai akar kata dari وَصَلَ  yang artinya sambung menyambung.

Sedangkan menurut istilah adalah menyambungkan dua ayat yang semestinya boleh berhenti. Karena nafas masih kuat dan ayat tersebut (yang dibaca) boleh disambung, maka pembaca mewasholkan kedua ayat itu.

Contoh : seseorang membaca QS. Al-Ikhlas ayat 1 dan 2, maka dibaca washal:

قُلْ هُوَ اللهُ اَحَدَ نِ الله الصَّمَدُ

walaupun sebenarnya boleh dibaca:

قُلْ هُوَاللهُ اَحَدً

اللهُ الصَّمَدُ

3. Waqof
Waqof (الوَقْفُ) mempunyai akar kata dari الكَفُّ  yang artinya berhenti.

Sedangkan menurut istilah sebagaimana yang diungkapkan oleh ahmad Muthahar Abdur Rahman Al-Muroqi adalah :

“memutus suara di akhir kalimat (ketika membaca Al-Qur’an) selama masa bernafas, tetapi jika lebih pendek dari masa bernafas itu, maka disebut saktah”

Pada pengertian di atas, maka waqof mempunyai 3 bagian yaitu :

1. Waqof untuk berhenti selamanya. Misalnya orang membaca surah Al-Baqarah sampai akhir ayat lalu berhenti dan tidak meneruskan bacaannya, pada akhir bacaan surah Al-Baqarah itulah yang disebut waqof.

2. Waqof yang bertujuan untuk mengambil nafas, karena nafas tidak kuat si pembaca menghentikan bacaannya pada kalimat tertentu dan setelah mengambil nafas, ia meneruskan lagi bacaannya.

3. Waqof yang bertujuan untuk berhenti sebentar saja, sehingga tidak sempat bernafas walaupun hanya sejenak. Waqaf yang terakhir inilah yang disebut “saktah