QuranBest (Free)

150juta++ halaman Al Quran telah dibaca

Urgensi Akhlak Yang Baik

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلْقَلْبِ لَٱنفَضُّوا۟ مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَٱعْفُ عَنْهُمْ وَٱسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْرْهُمْ فِى ٱلْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُتَوَكِّلِينَ

"Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya." (QS. Ali Imran: 159)

Akhlak yang baik merupakan pokok ajaran dalam agama yang akan menarik manusia kepada agama Allah dan membuat mereka senang kepadanya, disamping ada yang di dapatkan oleh pelakunya berupa pujian dan pahala yang khusus.

Dan sebaliknya, akhlak yang buruk merupakan masalah yang pokok dalam agama yang menjauh kan manusia dalam agama dan membuat mereka benci kepadanya di samping oleh apa yang di peroleh para pelakunya celaan dan hukuman yang khusus.

Maka Rasul yang ma'sum ini Allah telah firmankan kepadanya seperti itu lalu bagaimana dengan selainnya? Bukankah menjadi sesuatu yang wajib dan paling penting dalam mencontoh akhlak-akhlak beliau yang mulia, dan bermuamalah dengan manusia sebagaimana Rasulullah bermuamalah dengan mereka dengan cara yang lembut, dengan akhlak yang yang baik dan penyatuan hati, sebagai suatu sikap taat kepada perintah Allah dan daya tarik bagi hamba-hamba Allah kepada agama Allah?

Kemudian Allah memerintahkan NabiNya untuk memaafkan mereka dari kelalaian yang terjadi pada mereka terhadap hak-hak beliau dan agar beliau memohonkan ampunan bagi mereka atas kelalaian mereka kepada hak-hak Allah, hingga Nabi menyatukan para pemberi maaf dan berbuat baik.

“Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu, ” yaitu perkara-perkara yang membutuhkan bermusyawarah, tukar pikiran dan pendapat.

Misalnya dalam urusan peperangan dan hal-hal duniawiyah lainnya, seperti urusan politik, ekonomi, kemasyarakatan dan lain-lain. Musyawarah memiliki banyak faedah dan maslahat duniawi maupun agama, antara lain:

- Musyawarah termasuk ibadah yang mendekatkan diri seseorang kepada Allah.
- Di dalamnya terdapat sikap menghargai pendapat orang lain, sehingga mereka menjadi senang kepada kita.
- Dapat menyatukan visi dan misi.
- Menerangi akal fikiran.
- Menutupi kekurangan yang ada pada orang lain.
- Membuahkan keputusan yang bijak, tepat dan benar. Hal itu, karena hampir tidak ditemukan ada keputusan yang salah dalam musyawarah.

Kemudian Allah berfirman, ”Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, ” yaitu suatu perkara atas bermusyawarah padanya, apabila di butuhkan, ”maka bertakwalah kepada Allah, ” maksudnya bersandar kepada upaya Allah dan keutamaannya, dan berlepas dirilah dari kemampuan dan kekuatan dirimu.

Referensi:
Tafsir As-Sa’di, Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di
Hidayatul insan bi tafsiril Quran, Marwan Hadidi bin Musa