QuranBest (Free)

150juta++ halaman Al Quran telah dibaca

Berbuat Baik Kepada Orang Lain

وَٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا۟ بِهِۦ شَيْـًٔا ۖ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا وَبِذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱلْجَارِ ذِى ٱلْقُرْبَىىٰ وَٱلْجَارِ ٱلْجُنُبِ وَٱلصَّاحِبِ بِٱلْجَنۢبِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُكُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ مَن كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا

"Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri." (QS. An-Nisa`: 36)

Konteks ayat ini dalam hal petunjuk dari Allah kepada kaum mukminin dan penjelasan hukum syariat kepada mereka agar mereka mengetahuinya, maka dengannya mereka akan sempurna dan akan bahagia.

Dalam ayat tersebut Allah memerintahkan kepada orang-orang beriman untuk beribadah kepada-Nya, mengesakanNya dalam segala ibadah, berbuat ihsan kepada kedua orang tua dengan taat kepada keduanya dalam hal makruf, melakukan kebaikan dan menahan dari melukai mereka. Hal ini berlaku pula kepada para kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan para tetangga secara mutlak.

Para kerabat, tetangga atau sahabat dekat yang kental, seperti istri, teman dalam safar, pekerjaan, mengajar dan belajar serta yang semisalnya yang mana mereka adalah orang-orang yang selalu di dekat kita tidak berpisah kecuali jarang. Jadi mereka adalah yang dapat disebut sebagai Shohib bil janbi (teman dekat).

Begitu pula dengan ibnu sabil dan para hamba sahaya dan semua yang disebutkan di dalam ayat adalah orang-orang yang lebih utama untuk diperlakukan secara ihsan. Dan jikalau tidak demikian, maka ihsan adalah perbuatan baik yang harus dilakukan kepada setiap orang, seperti firman Allah “Dan berkatalah kepada manusia dengan perkataan yang baik”, dan Allah di kesempatan yang lain pun berfirman “berbuat baiklah, sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang suka berbuat baik”.

Dan Allah juga berfirman “Sesungguhnya Allah tidaklah menyukai orang yang berjalan dengan angkuh lagi sombong”. Ini semua menunjukkan bahwa menahan berbuat ihsan (tidak mengganggu dan mencurahkan kebaikan) adalah mahkota akhlak kikir dan sombong. Yang mana keduanya adalah seburuk-buruknya akhlak. Ini adalah apa yang ditunjukkan oleh ayat di atas.

[Aisarut Tafasir, Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi]