QuranBest (Free)

150juta++ halaman Al Quran telah dibaca

Berinfak Dengan Harta Yang Paling Baik

Firman Allah Subhanahu wa ta’ala,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَنفِقُوا۟ مِن طَيِّبَٰتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّآ أَخْرَجْنَا لَكُم مِّنَ ٱلْأَرْضِ ۖ وَلَا تَيَمَّمُوا۟ ٱلْخَبِيثَ مِنْهُ تُنفِقُونَ وَلَسْتُم بِـَٔاخِذِيهِ إِلَّآ أَن تُغْمِضُوا۟ فِيهِ ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ حَمِيدٌ

"Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji." (QS. Al-Baqarah: 267)

Makna ayat:
Allah memanggil orang-orang yang beriman dan memerintahkan mereka untuk mengeluarkan zakat dari harta baik yang didapatkan.

Allah berfirman; “Hai orang-orang yang beriman nafkahkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu.”

Maksudnya adalah biji-bijian dan buah-buahan dan begitu juga apa yang mereka hasilkan mencakup emas dan perak, hewan ternak, unta, sapi, kambing, dan melarang mereka untuk tidak mengeluarkan infak dengan harta yang jelek.

Allah berfirman; “Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memejamkan mata terhadapnya.”

Maksudnya tidak sepantasnya kalian mengeluarkan infak yang jelek sedangkan kalian kalau diberikan yang seperti itu tidak akan menerimanya, kalaupun menerima dengan memejamkan mata dan meremehkan pemberian itu. Ini merupakan pendidikan dan pengajaran adab dari Allah kepada orang-orang mukmin.

Kemudian Allah mengabarkan bahwa diriNya Maha Kaya tidak memerlukan makhlukNya dan infak yang mereka keluarkan. Allah tidak memerintahkan makhlukNya mengeluarkan zakat dan sedekah untuk diriNya, akan tetapi perintah itu untuk kebahagiaan dan kesempurnaan hamba itu sendiri. Allah Maha terpuji dengan semua pemberian karunia kepada seluruh makhluknya.

Pelajaran dari ayat:
• Kewajiban mengeluarkan zakat dalam harta yang diam (tidak bergerak) baik berupa emas perak atau yang serupa dengan keduanya dihasilkan dari bekerja, dan hewan ternak seperti unta, sapi dan kambing. Semua itu masuk dalam cakupan firman Allah “Apa yang kamu hasilkan,” dengan syarat memperhatikan haul dan sampainya nishab.
• Kewajiban zakat pada tanaman: biji-bijian dan buah-buahan jika mencapai nishab, begitu juga pada barang tambang yang tercakup dalam kata “sesuatu yang keluar dari perut bumi.”
• Buruknya mengeluarkan infak dengan sesuatu yang jelek dan meninggalkan yang baik.

[Aisarut Tafasir, Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi]