QuranBest (Free)

150juta++ halaman Al Quran telah dibaca

Buruknya Sedekah Yang Diiringi Gangguan

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

قَوْلٌ مَّعْرُوفٌ وَمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِّن صَدَقَةٍ يَتْبَعُهَآ أَذًى ۗ وَٱللَّهُ غَنِىٌّ حَلِيمٌ

“Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.” (QS. Al-Baqarah: 163)

Perkataan yang baik maksudnya menolak dengan cara yang baik, termasuk pula perkataan yang baik lainnya seperti menggembirakan hati seorang muslim ataupun mendoakannya. Sedangkan maksud ‘pemberian maaf’ ialah memaafkan tingkah laku yang kurang sopan dari si penerima seperti mendesak dalam meminta.

Dia tidak membutuhkan sedekah hamba-hamba-Nya. Allah subhanahu wa ta’ala tidak membutuhkan sama sekali makhluk-Nya, bahkan semua makhluk membutuhkan-Nya di setiap waktu dan keadaan. Oleh karena itu, sedekah, infak dan ketaatan yang dilakukan seorang hamba maslahat dan manfaatnya kembali kepada hamba itu sendiri, karena Allah subhanahu wa ta’ala Maha Kaya.

Yakni tidak segera memberikan hukuman kepada orang yang bermaksiat kepada-Nya meskipun Dia mampu. Rahmat, ihsan dan sifat santun-Nya menjadikan-Nya tidak segera memberikan hukuman kepada pelaku maksiat, bahkan Dia memberi tangguh mereka dan mengulang-ulang ayat-ayat-Nya agar hamba-hamba-Nya kembali kepada-Nya.

Jika telah jelas bahwa mereka tidak bisa diharap lagi, ayat-ayat-Nya yang datang tidak berguna lagi dan perumpamaan-perumpamaan sudah tidak dihiraukan lagi, maka ketika itulah Allah menurunkan siksa-Nya dan menghalangi mereka mendapat ganjaran yang besar.

[Hidayatul Insan Bi Tafsiril Qur`an]