QuranBest (Free)

150juta++ halaman Al Quran telah dibaca

Semua yang Kita Lakukan akan Dicatat Malaikat

Allah subhanahu wa taala berfrman,

وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَافِظِينَ

“dan sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (amalanmu)”

Allah menegaskan bahwa malaikat-malaikat pencatat amalan itu benar-benar ada. Allah menggunakan lafadz إِنَّ  yang dalam dalam bahasa arab bermakna “sesungguhnya”, ditambah lam taukid pada لَحَافِظِينَ  ini menunjukkan bahwasanya malaikat pencatat amalan itu benar-benar nyata. Kemudian bagaimanakah sifat-sifat malaikat-malaikat tersebut? Allah berfirman:

كِرَامًا كَاتِبِينَ

“yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (perbuatanmu)”

Semua yang kita lakukan akan dicatat oleh malaikat tersebut, tanpa terkecuali. Allah berfirman :

“Tiada satu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS Qaf : 18)

Semua apa yang kita lakukan baik itu perkataan, penglihatan, lirikan mata pandangan haram, semuanya akan dicatat oleh malaikat. Allah menyifati malaikat tersebut dengan malaikat yang mulia agar kita mempunyai rasa malu terhadap malaikat apabila kita hendak bermaksiat.

Al-Fudhail bin ‘Iyadh pernah ditanya,

“Jika Allah menghadirkan engkau di hadapan-Nya kemudian Allah bertanya kepadamu, ‘Wahai Fudhail apa yang membuat engkau terperdaya sehingga engkau bermaksiat kepadaku?’”

Al-Fudhail bin ‘Iyadh berkata,

“Saya akan menjawab, ‘’Aku terpedaya oleh sitarmu yang terjulur (menutupi maksiatku), karena Al-Karim (yang Maha Baik) adalah As-Sattar (yang Maha menutupi aib manusia).” (Tafsir al-Qurthubi 19/245-246)

Yang membuat orang banyak yang terperdaya karena setiap dia bermaksiat, Allah tidak membongkar aibnya. Seandainya setiap bermaksiat Allah membongkar aib kita, niscaya tidak akan ada yang berbuat maksiat. Namun Allah selalu menutup aib yang kita lakukan ketika bermaksiat. 

Inilah yang membuat kita akhirnya terus bermaksiat, karena menyangka tidak ada yang melihat dan mencatat segala perbuatan kita. Oleh karena itu, Allah menyebutkan dalan surat ini  bahwasanya ada para malaikat-malaikat yang mulia yang senantiasa mencatat amalan kita, sehingga hendaknya kita malu kepada malaikat-malaikat tersebut.

Sesungguhnya malaikat-malaikat itu benar-benar hadir menyertai kita, meskipun mereka adalah makhluk-makhluk yang ghaib. Dan keghaiban malaikat itu melebihi keghaiban para jin. Jin adalah makhluk ghaib tetapi kehadiran jin kadang masih bisa kita rasakan, kita menyaksikan ada yang kesurupan jin, atau ada yang merinding karena merasakan adanya jin. Adapun malaikat maka benar-benar tidak kita rasakan. Padahal malaikat benar-benar melihat dan mencatat semua apa yang kita lakukan. Kemudian Allah berfirman:

يَعْلَمُونَ مَا تَفْعَلُونَ

“mereka mengetahui apa yang kalian lakukan”

Oleh karena itu, jika hati kita tergerak untuk berbuat maksiat ditambah kita sedang berada di tempat yang tersembunyi dan tidak ada satu pun yang melihat kita, maka ingatlah bahwasanya malaikat bersama kita, malaikat yang mulia yang akan mencatat seluruh perbuatan kita. 

Semua lirikan mata yang kita lakukan terhadap hal-hal yang haram meskipun tidak ada yang mengetahuinya, ingatlah bahwasanya malaikat mengetahuinya dan tidak sekalipun lalai dari mencatatnya. Dan semua catatan tersebut akan dihadirkan di hadapan kita pada hari kiamat kelak. Sesungguhnya malaikat tugasnya hanya mencatat tetapi isi catatan amal tersebut pada hakikatnya kitalah yang mengisi.

[Tafsir Surat Al-Infitar, Firanda Andirja]