QuranBest (Free)

150juta++ halaman Al Quran telah dibaca

Kisah Hijrah Nabi dan Kambing Kurus

Suatu hari, Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam sedang dalam perjalanan hijrahnya dari Mekkah ke Madinah. Kemudian, Nabi dan rombongannya istirahat di sebuah tempat bernama Qodid. Disana, Rasulullah singgah di rumah seorang penduduk bernama Ummu Ma’bad.

Beliau berkata kepadanya, “Kami adalah musafir dari Mekah yang akan menuju Madinah. Namun, di perjalanan bekal makanan kami habis. Bolehkah jika kami berhenti dan istirahat sejenak di rumahmu?”

Mendengar permintaan dari Rasulullah, Ummu Ma’bad dengan senang hati mempersilahkan beliau beserta rombongannya untuk menginap.

“Kami tidak keberatan jika engkau dan yang lainnya beristirahat atau bermalam, karena rumah kami sudah biasa menjadi tempat persinggahan para musafir,” ujar Ummu Ma’bad.

Sebab kehabisan bekal makanan, Rasul pun menanyakan makanan yang tersedia pada sang tuan rumah.

“Wahai Ummi, apakah ada makanan yang dapat kami beli untuk mengisi perut?”

“Aku minta maaf, karena kami juga sedang kehabisan makanan,” jawab Ummu Ma’bad.

Kemudian Rasulullah bertanya kembali, “Apakah Ummi memiliki binatang peliharaan?”

Ia pun menjawab bahwa di rumahnya hanya tersisa kambing yang kurus. “Ya, ada tetapi hanya seekor kambing yang kurus dan tak lagi mengeluarkan susunya.”

Rasulullah akhirnya meminta izin untuk memerah susu kambing Ummu Ma’bad. Namun, Ummu Ma’bad meyakinkan beliau sekali lagi bahwa kambing yang dimilikinya benar-benar kurus dan tak memiliki susu sama sekali.

“Aku akan mencoba memerahnya. Semoga dengan izin Allah, susu kambing itu dapat dikeluarkan dan kita semua akan dapat menikmatinya,” ujar Rasulullah pada Ummu Ma’bad.

Dengan keyakinan yang penuh, akhirnya Rasulullah mencoba untuk menghampiri kambing tersebut dan memulai untuk memerah susunya. Beliau pun mulai mengusap-usap puting susu kambing itu, dengan izin Allah puting kambing itu tiba-tiba membesar dan beliau pun memerahnya.

Air susu akhirnya keluar dengan sangat lancar dan deras sampai memenuhi wadah yang diberikan oleh Ummu Ma’bad.

Melihat hal tersebut, Ummu Ma’bad dan rombongan Rasulullah pun bahagia dan menikmati susu bersama. Mereka meminum susu kambing itu sampai kenyang dan selebihnya diberikan kepada Ummu Ma’bad sebagai tanda terima kasih. Setelah selesai, Rasulullah dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju Madinah.

Saat suami Ummu Ma’bad sampai di rumah, ia bertanya pada istrinya. Bagaimana bisa wadah susu mereka terisi penuh padahal selama ini kambing yang mereka miliki sangatlah kurus dan tidak memiliki susu sama sekali.

Ummu Ma’bad menjawab, “Tadi ada seorang lelaki dan rombongannya yang istirahat di sini. Dia berkeinginan membeli makanan, namun tak ada satupun yang bisa aku berikan kepada mereka. Sementara yang kita punya hanyalah seekor kambing kurus yang tidak bisa mengeluarkan susu lagi.”

Suaminya pun bertanya pada Ummu, “Lalu apa yang dia lakukan pada kambing kita?”

Ia menjelaskan bahwa laki-laki itu memeras puting susu kambing mereka sambil berdoa hingga membesar dan mengeluarkan susu yang banyak.

Sang suami akhirnya menanyakan pada Ummu Ma’bad, “Ya Ummu Ma’bad, tidakkah kamu tahu siapa lelaki itu sebenarnya?”

“Aku tidak tahu, wahai suamiku,” ujar Ummu Ma’bad.

Akhirnya suami Ummu Ma’bad memberitahu bahwa orang itu adalah Rasulullah. Lelaki yang berasal dari bangsa Quraisy.

“Ia adalah orang yang sangat dihormati dan dimuliakan. Dia adalah orang yang berakhlak mulia. Dia adalah Al-Amin yang menjadi utusan Allah itu,” ujarnya.

Mendengar penjelasan sang suami, Ummu Ma’bad menjadi menyesal karena tak bertanya banyak pada saat itu. Setelah mengetahui bahwa dirinya kedatangan orang yang paling mulia, ia tak sabar untuk bisa bertemu beliau lagi.

“Kapankah kita akan dapat bertemu dengan utusan Allah itu? Aku berjanji jika dipertemukan lagi dengannya, maka aku akan beriman dan akan mengikuti jejaknya.”

[Kisah Inspiratif Teladan Rasul]