QuranBest (Free)

150juta++ halaman Al Quran telah dibaca

Tetapnya Pahala Sedekah

Jangan pernah ragu untuk menyisihkan sebagian harta membantu meringankan beban sesama, karena pahala sedekah akan dirasakan baik berupa keberkahan hidup di dunia atau berupa ganjaran yang akan menyelamatkan diakhirat kelak. Bahkan sedekah itu diberikan untuk orang yang sehat secara fisik.

Ada sebuah kisah menarik tentang sedekah, walaupun sedekah tersebut diberikan kepada orang yang kita anggap tidak tepat, namun pahalanya tetap ada. Kisah tersebut diceritakan oleh Nabi Shallallahu ‘alihi wa sallam dalam sebuah hadis.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Seseorang pernah berkata, ‘Aku bertekad akan bersedekah.’ Dia pun keluar membawa barang sedekahnya, tapi kemudian memberikannya kepada seorang pencuri (karena tidak tahu) sehingga pagi harinya orang-orang memperbincangkannya bahwa sedekahnya diberikan kepada pencuri.

Dia pun berkata, ‘Ya Allah segala puji hanya bagi-Mu.’ ‘Aku bertekad akan bersedekah.’ Dia pun keluar membawa barang sedekahnya, tapi kemudian memberikannya kepada seorang pelacur sehingga pagi hari orang-orang memperbincangkannya bahwa tadi malam sedekahnya diberikan kepada pelacur.

Orang itu pun lalu berkata, ‘Ya Allah segala puji hanya bagi-Mu atas seorang pelacur.’ ‘Aku bertekad akan bersedekah.’ Dia pun membawa barang sedekahnya, tapi kemudian memberikannya kepada seorang yang kaya raya. Sehingga pagi hari orang-orang memperbincangkannya bahwa tadi malam sedekahnya pun diberikan kepada seorang yang kaya raya.

Orang itu lalu berkata, ‘Ya allah segala puji hanya bagi-Mu atas seorang pencuri, seorang pelacur, dan seorang kaya raya.’

Lalu dia pun dipanggil dan dikatakan kepadanya, ‘Sedekahmu kepada pencuri mudah-mudahan dengan itu dia tidak lagi mencuri.’

‘Adapun sedekahmu kepada pelacur mudah-mudahan dengan itu dia menghentikan perbuatan zinanya.’

Adapun terhadap orang kaya, mudah-mudahan dengan itu dia teringatkan sehingga akan suka bersedekah dari kekayaan yang diberikan Allah Subhanahu wa ta’ala.” (HR. Bukhari, 24, Kitabuz Zakat: 14)