QuranBest (Free)

150juta++ halaman Al Quran telah dibaca

Kenapa Harus Berbangga Dengan Harta?

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,

أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu”

حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ

“Sampai kamu masuk ke dalam kubur”

Ibnu Jarir menyebutkan tafsir ayat (أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ) adalah seperti menyatakan, “kami lebih banyak dari keturunan si fulan, atau keturunan A lebih unggul dari keturunan B. Kebanggaan itu telah melalaikan hingga mereka mati dalam keadaan sesat.

Ibnu Katsir berkata, “kecintaan terhadap dunia, kenikmatan dan perhiasannya telah melalaikan kalian dari mencari akhirat. Hal itu pun berlanjut dan baru berhenti ketika datang maut dan ketika berada di alam kubur saat kalian menjadi penghuni alam tersebut.

Dalam sebuah hadis disebutkan ketika Nabi membaca ayat (أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ) beliau bersabda,

“Manusia berkata, “hartaku, hartaku.” Beliau bersabda, “wahai manusia, apakah benar engkau memiliki harta? Bukankah yang engkau makan akan lenyap begitu saja? Bukankah pakaian yang engkau kenakan juga akan usang? Bukankah yang engkau sedekahkan akan berlalu begitu saja?” (HR. Muslim)

Al-Ahnaf bin Qais berkata, “engkau akan menjadi budak harta jika engkau menahan harta tersebut, namun jika engkau menginfakkannya, harta tersebut barulah jadi milikmu.”

Kenapa infak yang kita keluarkan itulah yang jadi milik kita? 

Karena harta seperti itulah yang akan kita nikmati sebagai pahala di akhirat kelak. Sedangkan harta yang kita gunakan selain tujuan itu, akan sirna dan tidak bermanfaat di akhirat kelak.

Kenapa kita harus berbangga-bangga, sedangkan harta hanyalah titipan.

Kenapa kita harus berbangga-bangga, sedangkan harta bermanfaat jika digunakan dalam kebaikan.

Semua yang digunakan selain untuk kebaikan, tentu akan sirna dan sia-sia.

Seharusnya yang kita banggakan adalah bagaimana keimanan kita, bagaimana ketakwaan kita di sisi Allah, bagaimana kita bisa amanat dalam menggunakan harta titipan ilahi.