QuranBest (Free)

150juta++ halaman Al Quran telah dibaca

Siapa Penghuni Neraka Hutamah?

وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ  الَّذِي جَمَعَ مَالًا وَعَدَّدَهُ  يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُ أَخْلَدَهُ  كَلَّا لَيُنْبَذَنَّ فِي الْحُطَمَةِ

“Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela, yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya, manusia mengira hartanya itu akan mengekalkannya. Sekali-kali tidak, pasti dia akan dilemparkan ke dalam neraka Hutamah.” (QS. Al-Humazah: 1-4)

Ayat-ayat tersebut sangat jelas Allah memperingatkan bahwa penghuni neraka Hutamah adalah:
1. Orang yang suka mengumpat
2. Orang yang suka mencela
3. Orang yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya dan menganggap hartanya menjamin hidupnya.

Mereka itulah yang oleh Allah dikatakan ‘pasti sebagai penghuni neraka Hutamah’

Sungguh kita wajib berlindung pada Allah dari ketiga kelompok orang tersebut, karena sesungguhnya kita amat lemah terhadap sifat-sifat itu, gampang sekali tergelincir sebagai pengumpat dan pencela. Namun, ketika kita tahu firman Allah tersebut, maka seyogiannya bisa menjaga diri dari hal-hal yang demikian supaya kita selamat dunia dan akhirat.

Seperti apa sebenarnya neraka Hutamah itu?

نَارُ اللَّهِ الْمُوقَدَةُ  الَّتِي تَطَّلِعُ عَلَى الْأَفْئِدَةِ  إِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُؤْصَدَةٌ  فِي عَمَدٍ مُمَدَّدَةٍ

“Api (azab) Allah yang dinyalakan, yang membakar sampai ke hati, sungguh api itu ditutup rapat atas diri mereka, sedang mereka diikat pada tiang yang panjang.” (QS. Al-Humazah: 6-9)

Azab itu bukan hanya diberikan kelak di neraka, akan tetapi bagi orang yang termasuk golongan penghuni Hutamah telah mendapat azab sejak di dunia. Lihatlah orang yang kikir, merasa hartanya bisa menjamin hidupnya, berat memberi sebagian hartanya untuk fakir miskin.

Allah telah tampakan azab dunia sebagaimana firman-Nya, hidupnya tidak tentram, selalu takut akan berkurang hartanya, kemana-mana berselisih tentang harta, banyak mendzalimi orang sehingga hatinya terasa terbakar.

Banyak kita lihat orang yang kaya karena tamak dan kikir, di awal memang hartanya melimpah, serba kecukupan, di depan orang-orang awam tampak sebagai orang sukses. Namun beberapa waktu kemudian hartanya justru membawanya pada jeruji besi, atau keluarganya berantakan, atau hidupnya yang tadinya mewah tiba-tiba berganti susah. Sehingga membuat hatinya sedih, marah, dan sebagainya. Inilah yang dikatakan Allah membakar sampai ke dalam hatinya.

Wallahu a’lam.