QuranBest (Free)

150juta++ halaman Al Quran telah dibaca

Balasan Yang Luar Biasa Karena Sedekah

Abu Umamah al-Bahili bukanlah seorang yang kaya raya. Baginya rezeki yang ia peroleh patut disyukuri, sedikit atau banyak semua itu adalah pemberian dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Walaupun ia hidup dengan keadaan yang serba kekurangan, tetapi Abu Umamah selalu mengeluarkan sedekah dan suka menolong orang lain. ia berusaha sekuat tenaga agar bisa memberikan bantuan, terkadang sesuatu yang ia sedekahkan itu adalah barang yang sangat ia butuhkan untuk memenuhi kehidupan keluarganya sehari-hari.

Dari Abdurrahman bin Yazid bin Jabir berkata, “Maula (Budak) perempuan Abu Umamah menceritakan kepadaku, ‘Abu Umamah adalah orang yang suka bersedekah dan senang mengumpulkan sesuatu untuk kemudian disedekahkan. Dia tidak pernah menolak seorang pun yang meminta sesuatu kepadanya, sekalipun ia hanya bisa memberi sesiung bawang merah atau sebutir kurma atau sesuap makanan.

Pada suatu hari seorang peminta-minta datang kepadanya, padahal ia sudah tidak memiliki apa pun selain uang sebanyak tiga dinar. Orang itu tetap meminta juga, maka Abu Umamah memberinya satu dinar. Kemudian datang orang lain untuk meminta, Abu Umamah memberinya satu dinar. Datang lagi satu orang, Abu Umamah memberinya satu dinar juga.

Melihat hal tersebut, aku berkata, ‘Wahai Abu Umamah, engkau tidak menyisakan untuk kami sesuatu pun!

Kemudian Abu Umamah berbaring untuk tidur siang. Ketika adzan berkumandang, aku membangunkannya, lalu ia berangkat ke masjid. Setelah itu aku bercakap-cakap dengan dia kemudian aku meninggalkannya untuk mempersiapkan makan malam dan memasang pelana kudanya.

Ketika aku masuk kamar untuk merapikan tempat tidurnya, tiba-tiba aku menemukan mata uang emas dan setelah aku hitung jumlahnya tiga ratus dinar.

Aku berkata dalam hatiku, Tidak mungkin dia melakukan seperti apa yang dia perbuat kecuali sangat percaya dengan apa yang menjadi penggantinya.

Setelah Isya dia masuk rumah, dan ketika melihat makanan yang telah tersedia dan pelana kuda telah terpasang ia tersenyum lalu berkata, ‘Inilah kebaikan yang diberikan dari sisi-Nya.’

Aku berada di hadapannya sampai ia selesai makan malam. Ketika aku berkata, ‘semoga Allah senantiasa mengasihimu dengan infaq yang engkau berikan itu sebenarnya engkau telah menyisihkan simpanan, tetapi mengapa engkau tidak memberi tahu aku, sehingga aku dapat mengambilnya?’

Abu Umamah bertanya, Simpanan yang mana? Aku tidak menyimpan apa pun!

Kemudian aku angkat kasurnya, tatkala  Abu Umamah melihat dinar itu ia bergembira dan sangat keheranan.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir, seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui," (QS. Al-baqarah: 261)