QuranBest (Free)

150juta++ halaman Al Quran telah dibaca

Orang Yang Bertakwa Tidak Pernah Merasa Miskin

Kata taqwa berasal dari kata waqa; yaqi; wiqayah, yang artinya memelihara, yakni menjaga diri agar selamat dunia dan akhirat.

Kata waqa bermakna melindungi sesuatu, yaitu melindunginya dari berbagai hal yang sekiranya membahayakn dan merugikan.

Berdasarkan tafsir al-Qur`an, taqwa ialah beriman kepada hal yang gaib (Yang Maha Gaib; Allah), iman kepada hari akhir, selalu mendirikan sholat, mengeluarkan zakat, beriman kepada kitab-kitab Allah dan menjadikan al-Qur`an sebagai pedoman hidupnya.

Menurut riwayat hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, pengertian taqwa bertitik berat pada pelaksanaan perintah Allah, sebagaimana sabdanya; “Laksanakanlah segala apa yang diwajibkan Allah, niscaya kamu menjadi orang yang paling bertaqwa.” (HR. Ath-Tabrani)

Allah subhanahu wa ta’ala menjanjikan bagi orang-orang bertaqwa bahwa mereka tidak akan berkekuangan atau selalu berkecukupan. Firman-Nya;

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا, وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَايَحْتَسِبُ

“Barang siapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. (QS. Ath-Thalaq: 2-3)

Ayat tersebut menunjukkan bahwa orang bertaqwa akan diberi rezeki dari jalan yang tidak terduga. Namun, bukan berarti orang yang tidak bertaqwa tidak diberi rezeki. Bahkan setiap makhluk akan diberi rezeki, sebagaimana firman Allah, 

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya.” (QS. Hud: 6)

Bahkan hamba yang menerjang yang haram termasuk yang diberi rezeki. Orang kafir tetap diberi rezeki padahal boleh jadi rezeki tersebut diperoleh dengan cara yang haram, boleh jadi juga dengan cara yang baik, bahkan dengan cara susah payah.

Sedangkan orang yang bertawa, Allah memberi rezeki dari jalan yang tidak terduga. Rezekinya tidak mungkin diperoleh dengan cara-cara yang haram, juga dengan cara-cara yang kotor.

Orang yang bertaqwa tidak mungkin dihalangi dari rezeki yang ia butuhkan. Ia hanyalah dihalangi dari materi dunia yang berlebih sebagai rahmat dan kebaikan padanya. Karena boleh jadi diluaskannya rezeki malah akan membahayakan dirinya. Sedangkan disempitkannya rezeki malah mungkin sebagai rahmat baginya.