QuranBest (Free)

150juta++ halaman Al Quran telah dibaca

Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Dzulhijjah

Alhamdulillah bulan Dzulhijjah telah tiba menghampiri kita. Bulan yang memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah. Bulan mulia dengan berbagai amalan mulia yang terdapat di dalamnya.
Keutamaan beramal pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah diterangkan dalam hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu,
“Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul hijjah).” Para sahabat bertanya, “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satu pun.” (HR. Abu Daud no. 2438, At Tirmidzi no. 757, Ibnu Majah no. 1727, dan Ahmad no. 1968, dari Ibnu ‘Abbas)
Allah subhanahu wa ta’ala pun bersumpah melalui firman-Nya dalam al-Qur`an, “Demi waktu fajar dan demi hari yang sepuluh.” (QS. Al-Fajr: 1-2)
Lantas, manakah yang lebih utama, 10 hari pertama bulan Dzulhijjah atau 10 malam terakhir bulan Ramadhan?
Dalam hal ini, Ibnu Qayyim dalam kitabnya Zadul Ma’ad menyebutkan, “Sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan lebih utama dari sepuluh malam pertama bulan Dzulhijjah. Dan sepuluh hari pertama Dzulhijjah lebih utama dari sepuluh hari terakhir Ramadhan.
Jelaslah bahwa sepuluh  hari terakhir Ramadhan lebih utama ditinjau dari malamnya, sedangkan sepuluh hari pertama Dzulhijjah lebih utama ditinjau dari hari (siangnya) karena di dalamnya terdapat hari nahr (kurban), hari ‘Arofah dan terdapat hari tarwiyah (8 Dzulhijjah).”
Amalan-amalan utama pada awal Dzulhijjah di antaranya:
Pertama, memperbanyak puasa dari tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendorong kita untuk beramal sholeh ketika itu dan puasa adalah sebaik-baik amalan sholeh.
Kedua, memperbanyak dzikir seperti bertakbir, bertahlil, bertasbih, bertahmid, beristigfar, dan memperbanyak do’a. Disunahkan untuk mengeraskan suara ketika bertakbir di pasar, jalan-jalan, masjid dan tempat-tempat lainnya.
Ketiga, menunaikan Haji dan Umroh, itulah amalan yang paling afdhol ditunaikan pada sepuluh hari petama bulan Dzulhijjah.
Keempat, memperbanyak amalan sholeh, seperti sholat sunah, sedekah, membaca al-Qur`an, dan beramar ma’ruf nahi munkar.
Kelima, dianjurkan berkurban pada hari Nahr (10 Dzulhijjah) dan hari tasyriq yaitu tanggal 11, 12, 13.
Keenam, termasuk yang ditekankan pada awal Dzulhijjah adalah bertaubat dari berbagai dosa dan maksiat serta meninggalkan perbuatan dzolim terhadap sesama.
Intinya, keutamaan sepuluh hari awal Dzulhijjah berlaku untuk semua amalan apa saja, tidak terbatas pada amalan tertentu, sehingga amalan tersebut bisa sholat, sedekah, membaca Al-Qur`an dan amalan sholeh lainnya. Tentunya dengan tetap menjaga amalan wajib dan menjauhi larangan Allah dengan tujuan untuk selalu mendekatkan diri kepada-Nya.