QuranBest (Free)

150juta++ halaman Al Quran telah dibaca

Bukan Daging Kurban, Yang Diharap adalah Takwa dan Ikhlas

Yang diharap yang utama bukanlah daging atau darah yang mengalir setelah penyembelihan. Yang terpenting yang Allah harap dari ibadah kurban adalah takwa dan keikhlasan kita.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ
“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (QS. Al-Hajj:37)
Kata Syaikh As-Sa’di mengenai ayat di atas, “Ingatlah, bukanlah yang dimaksudkan hanyalah menyembelih saja dan yang Allah harap bukanlah daging dan darah kurban tersebut, karena Allah tidaklah butuh pada segala sesuatu dan Dialah yang pantas diagungkan. Yang Allah harapkan dari kurban tersebut adalah keikhlasan, intisab (selalu mengharap pahala dari-Nya) dan niat yang sholih. Oleh karena itu, Allah katakan (artinya), “Ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapai ridha-Nya”. Inilah yang seharusnya menjadi motivasi ketika seseorang berkurban yaitu ikhlas, bukan riya` atau berbangga dengan harta yang dimiliki, dan bukan pula menjalankannya karena sudah jadi rutinitas tahunan. Inilah yang mesti ada dalam ibadah lainnya. Jangan sampai amalan kita hanya nampak kulit saja yang tak terlihat isinya atau nampak jasad yang tak ada ruhnya.” (Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal. 539)
Sudahkah kita melakukan ibadah kurban untuk meraih takwa? Jika belum, mari luruskan kembali niat kurban kita.